Bagi sebagian orang mungkin cinta
dapat tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan menghabiskan waktu bersama. Terbiasa
bertemu, saling menatap mata, kemudian dari tatapan itu jatuh ke lubuk hati dan
bersemi menjadi sebuah kata yang sempurna, Cinta.
Mungkin aku dan kamu sedikit
berbeda. Kita tidak pernah bertemu sebelumnya, aku tidak pernah sekalipun
menyentuh jemari tanganmu. Mencium keningmu, jangankan itu menatap matamu saja
aku belum pernah. Bagaimana aku bisa jatuh cinta? Ini sedikit bodoh mungkin,
bahkan teman-temanku pun berkata aku bodoh bisa jatuh cinta kepadamu, teman
dunia mayaku.
Aku hanya bisa mengira-ngira
wajahmu saat kita bertelepon, suara tawamu, aku hanya bisa mengkhayalkan itu
semua. Aku hanya bisa berangan-angan tentang pertemuan kita, dimana aku dan
kamu duduk berdua saling menatap satu sama lain, dimana kamu benar-benar
menggenggam tanganku dan mengecup keningku.
Terkadang kita tidak tahu darimana
cinta bisa datang, kapan dia tiba, siap atau tidakkah kita menerimanya. Terkadang
semuanya begitu absurd, tidak masuk akal, tetapi sangat nyata. Seperti cintamu,
yang tidak bisa ku lihat tetapi terasa begitu nyata adanya.
