Aku untuk kamu, kamu untuk aku,
namun semua apa mungkin? Iman kita yang berbeda..
Haruskah aku lantas pergi, meski cinta takkan bisa pergi..
Haruskah aku lantas pergi, meski cinta takkan bisa pergi..
Hari ini tepat 4 tahun aku
mengenalmu, kita melewati banyak peristiwa hidup bersama. Kau dan aku seperti
tidak dapat dipisahkan lagi, kemanapun aku berlayar, kepadamu juga aku akan
berlabuh, meski beberapa kali aku bersandar di pelabuhan lain, tapi percayalah
saat aku bersandar aku sangat merindukan berlabuh di hatimu. Aku merindukan
saat kau menggenggam erat tanganku, walaupun kita berbeda, kau tidak peduli. Kulitmu
yang putih, matamu yang sipit, yang kontras dengan warna kulitku. Kau tetap
dengan percaya diri menggandengku di depan banyak orang yang mungkin menganggap
kita adalah pasangan yang aneh..
Kita sering mengandaikan kita
akan menikah, memiliki anak yang lucu-lucu, merencanakan beberapa usaha kecil
yang ingin kau ciptakan, kita begitu bersemangat mengandai-andai..
Oppa, aku ingin terus bersamamu. Tetapi
aku tidak yakin semua pengandaian itu dapat kita wujudkan. Yang selalu kita
lupa adalah iman kita yang berbeda, kau begitu yakin dengan kepercayaanmu,
begitu pun aku.
Akankah kutemukan sosokmu di
dalam diri pria lain? Yang seiman denganku? Apakah ada yang mau menerimaku
sepertimu?
Aku menginginkanmu, tapi dalam jiwa
dan raga yang berbeda.
0 komentar:
Posting Komentar