Kamis, 10 November 2011

Dulu Bukan Sekarang

Diposting oleh Unknown di 22.59
                Aku sebelumnya tidak mengenal dia, semuanya terjadi begitu cepat saking cepatnya aku tidak sempat menikmati hari-hari indah yang seharusnya jadi milik kami. Aku tahu dia saat tidak sengaja aku berpapasan dengannya di sekolah, ternyata dia adalah salah seorang teman dari sahabatku. Awalnya aku tertarik karena sepatu yang dia pakai, ya hanya sepasang sepatu, sederhana bukan? Rasa itu tumbuh dari tertarik menjadi kagum lalu berubah menjadi suka dan seiring berjalannya waktu, rasa itu berubah menjadi sebuah cinta. Kau tau mengapa kusebut cinta? Karena aku ingin memilikinya.
                Tapi aku wanita, aku masih punya harga diri, aku tidak mungkin memulai apalagi saat itu dia memiliki seorang kekasih. Setelah aku tahu dia single aku baru berani untuk melangkah. Awalnya aku sengaja merequest pertemanan di facebooknya, setelah beberapa kali wall-to-wall’an aku makin merasa nyaman bersamanya, aku semakin ingin memilikinya. Dan pada suatu hari 30 Dec 2010 ya aku masih mengingatnya, dia meminta nomor handphoneku lewat message facebook.  Kalimatnya adalah “Gue boleh minta nomor lo nggak? Hehe”. Wow, itu sesuatu yang aku tunggu-tunggu, sambil tersenyum-senyum kubalas message darinya “Boleh kok. 08977339949 nomor lo smsin aja ya :)”. “Oke, thanks ya” balasnya. Satu minggu kemudian kudapati sebuah nomor asing mengirimiku sebuah sms, kebetulan itu adalah malam tahun baru. Dan tentu saja itu nomornya, aku sudah menduga sebelumnya dan aku juga sudah menungu-nunggu. Akhirnya pendekatan itu berlangsung selama 20 hari. Terlalu singkat menurutku, tapi sangat menyenangkan. Hidupku serasa lebih berwarna karena dia. Kau benar kawan, aku sedang kasmaran.
                Tepat di hari ke-21 bulan Januari, dia menyatakan perasaannya kepadaku. Sungguh aku tidak percaya, aku yang selama ini hanya mampu memandangnya dari jauh sekarang dia menginginkanku untuk jadi pacarnya.  Oh tuhan, benarkah ini?? Aku tidak sedang bermimpi bukan??
He: “Kamu katanya pinter bahasa Jerman, iya nggak sih?”
Me: “Ahh nggak juga sih, baru belajar juga. Kenapa sih emangnya?”
He: “Aku juga bisa loh Bahasa Jerman, tapi aku cuma bisa kalimat Ich Liebe Dich. Apaan coba artinya?”
Me: “Itu artinya Aku Cinta Kamu”
He: “Kalo bahasa Inggrisnya apa?”
Me: “Bahasa Inggrisnya I Love You”
He: “Would you like to be my girlfriend?”
Me: *Speechless* “Ehm maksudnya apa nih?”
He: “Iya aku suka sama kamu, sayang, cinta. Kamu mau jadi cewek aku kan?”
Me: “I’m yours”

^A Month Later^
“Gue menikmati ini, semuanya tentang elo, nonton bareng, ke pantai, nyasar sama lo, makan bareng, ke acara kawinan bareng, semuanya sama elo, gue pengen sama elo terus! Semoga kita awet ya” doaku dalam hati.

^A Month Later^
“Tuhan, kenapa dia jadi cuek, kenapa dia ga care lagi sama aku, kenapa ga terucap kata I Love you lagi dari bibirnya, apa dia sudah bosan dengan hubungan ini? Tapi aku masih ingin bersamanya, pererat hubungan kami Tuhan” harapanku selanjutnya.

^A Month Later^
“Ini ulang tahunku, tapi dia bukan orang pertama yang mengucapkan selamat untukku. Ahh mungkin dia lupa, ya aku harus memakluminya, aku ga boleh egois” ucapku sambil tersenyum membesarkan hatiku. Benar saja, dia bilang dia tertidur, dan aku akan SELALU MEMAKLUMI semua tindakkan yang dia perbuat. Seminggu kemudian, “Jadi aku ga dapet kado dari pacarku sendiri?? Iya sih aku juga ga terlalu berharap buat dikasih kado, tapi bukankah orang pacaran pada umumnya merayakan hari special pasangannya? Ahh mungkin dia sedang tidak ada uang, lagipula aku sedang tidak ingin apa-apa, aku MEMAKLUMIMU sayang”.

^A Month Later^
Dia semakin cuek kepadaku, aku mencoba untuk introspeksi diri mungkin aku kurang menyenangkan untuknya, aku selalu mencoba dan terus mencoba hingga pada akhirnya, 28 May 2011:
Me: “Sayang kok smsku ga dibales sih?”
He: *Not Respond*
Me: “Kita harus selesein ini, aku ga mau kamu diem aja. Bilang sama aku apa yang kamu mau?”
He: “Ehm kita jalan sendiri-sendiri aja ya untuk cinta, kita enakan temenan aja deh.”
Me: “Ohh jadi kamu maunya gitu? Oke deh, makasih ya buat semuanya :)”
He: “Sorry sebelumnya kalo gue jahat sama lo. Lo ngerti kan?”
Me: “Gue ngerti kok”
He: “Lo cewek terbaik yang pernah gue kenal, gue sayang sama lo”

Bodohnya aku, aku tidak pernah tau alasan dia meminta putus, karena aku tidak pernah menannyakan hal itu padanya. Aku hanya menerka-nerka dengan bukti-bukti yang ada. Tapi hingga sekarang kita berteman dengan baik, jika kalian tanya apa aku sakit hati? Jawabanku adalah ya aku memang sakit, tapi aku mencoba berpikir positif dan menerima semua kenyataan yang ada. Buat apa aku mempertahankan sebuah hubungan yang sudah rusak? Dia tidak mencintaiku lagi, lalu untuk apa aku tetap memaksanya untuk tetap bersamaku? Kini rasa cinta itu berubah menjadi sayang. Dan aku tidak akan membiarakan orang yang kusayang menderita bersamaku, aku lebih senang jika dia bahagia bersama orang yang bisa membuatnya bahagia. Dan life must go on, aku juga harus bergerak maju melanjutkan hidupku  untuk mencari cinta sejati yang sesunguhnya, jika Tuhan masih berkehendak aku berjodoh dengannya, maka dia akan kembali padaku suatu saat nanti.

4 komentar:

Syahrul Munir on 11 November 2011 pukul 05.32 mengatakan...

Amazing...

Unknown on 13 November 2011 pukul 22.57 mengatakan...

thankyou best :)

Syahrul Munir on 15 November 2011 pukul 04.56 mengatakan...

sama samaa :)

Unknown on 15 November 2011 pukul 19.52 mengatakan...

semoga cukup aku saja yang mengalami ini :'D
hahaha GBU.

Posting Komentar

 

Monica Punya Cerita Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting